<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bayu&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://bayuajiwidodo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com</link>
	<description>... teruslah belajar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Dec 2011 05:08:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bayuajiwidodo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/6d23223dd68c26522f4c10d10987ffd2?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bayu&#039;s Weblog</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bayuajiwidodo.wordpress.com/osd.xml" title="Bayu&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Musim Ujian &#8230;</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/12/08/musim-ujian/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/12/08/musim-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 04:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[Semangat Pagi ...]]></category>
		<category><![CDATA[generasi Smash]]></category>
		<category><![CDATA[Generasi Spongbob]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=271</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin dulu, sewaktu dinas masih diluar kota, jauh dari rumah .. keinginan yang paling adalah “kapan … bisa belajar kelompok bareng anak-anak-ku”, karena biasanya ketika musim ujian, aku hanya tahu ceritanya saja dari istri ku. Bagaimana susahnya pelajaran SD saat ini. Memang benar, kurikulum SD sekarang ini aneh, anak seumuran kelas 2 SD pelajarannya sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=271&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kemarin dulu, sewaktu dinas masih diluar kota, jauh dari rumah .. keinginan yang paling adalah “kapan … bisa belajar kelompok bareng anak-anak-ku”, karena biasanya ketika musim ujian, aku hanya tahu ceritanya saja dari istri ku. Bagaimana susahnya pelajaran SD saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang benar, kurikulum SD sekarang ini aneh, anak seumuran kelas 2 SD pelajarannya sangat susah dan jauh dibandingkan jaman dulu. jangan-jangan pelajaran tersebut belum masuk di logika anak. Kalau dulu boro-boro belajar, masa-masa SD merupakan masa bermain. Tidak ada rasa cemas, stres menghadapi ujian. Lha .. sekarang ini yang stres bukan anaknya saja, orang tua sampai mbah nya pun ikut stres kalau sudah musim ujian.</p>
<p style="text-align:justify;">Mengambil sisi positifnya saja, mudah-mudahan ini yang terbaik untuk generasi jaman sekarang, generasinya <strong><em>Smash</em></strong> dan <strong><em>Spongbob SquarePants</em></strong> (kalau Fafa anakku yg masih TK B ngucapnya spongbob spepen).<span id="more-271"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, sudah 2 kali ujian, tengah semester dan ujian semester bisa menungguin, belajar kelompok dengan anak-anak dan yang utama adalah belajar kesabaran … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  . Hmmm … mudah-mudahan bapak-bapak yang lain, yang anaknya lagi belajar menghadapi ujian, mempunyai wadah yang luas, kesabaran yang lebih. Asal jangan sampai … <strong><em>saking</em></strong> sabarnya malah nggak ikut gabung belajar dengan anak-anaknya. Karena dengan tidak ikut gabung, kesabarannya bisa terjaga .. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Kita  sudah mempersiapkan waktu, merencanakan waktu seminggu untuk pulang kantor tepat waktu,  terus membuat nuansa belajar dan mengajak anak-anak mempersiapkan untuk ujian besok. Istriku bahkan pagi-pagi sudah menyusun buku-buku yang harus dibaca anak-anak sepulang ujian hari ini. Peraasaan dulu, orang tua kita ngga segini-gininya mempersiapkan anaknya kalau ada ujian.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan yang pertama kali ada dari anak-anak ketika akan mulai belajar adalah, “pa .. ini sampai jam berapa belajarnya?”, dan ini pasti yang ditanyakannya. Hhhhh …  jawabannya selalu jam 10. Meski realisasinya tahan sampai jam 8 malam saja sudah bagus .. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Bagi saya dan isteri, musim ulangan merupakan musim pembuktian, masing-masing menjaga gengsi, siapa yang menjadi <em>mentor</em> terbaik. Karena ada 2 anak yang sedang ujian, kelas 5 dan 2 SD, maka tiap malamnya masing-masing anak menjadi tanggung jawab papa atau mamanya. Maka ketika UTS kemarin, ketika nilai si anak keluar &#8230; buru-buru mamanya lihat jadwal dan mengingat, siapa yang malam itu jadi <em>mentor</em> nya </p>
<p style="text-align:justify;">.. <em>ndilalah</em> ketika jelek nilai anak yang kita ajari, maka anak pun ikut menyalahkan &#8230; &#8220;habis, sama papa/mama sih belajarnya&#8221;. Tapi kalau orang tuanya bisa menjaga diri &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , gak berani saling menyalahkan dan menjatuhkan, soale sama-sama takut, nanti disuruh ngajarin ke-duanya &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/271/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=271&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/12/08/musim-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif untuk Suami dan Istri</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/11/15/kisah-inspiratif-untuk-suami-dan-istri/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/11/15/kisah-inspiratif-untuk-suami-dan-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 07:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[kebersamaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki, merupakan copas dari Rumah Bunda Blog : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri. Walaupun menikah terpaksa, aku tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=266&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki, merupakan copas dari Rumah Bunda Blog :</p>
<p style="text-align:justify;">Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.<span id="more-266"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.</p>
<p style="text-align:justify;">Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”</p>
<p style="text-align:justify;">“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.</p>
<p style="text-align:justify;">Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.</p>
<p style="text-align:justify;">Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.</p>
<p style="text-align:justify;">Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Istriku Liliana tersayang,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.</p>
<p style="text-align:justify;">Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”</p>
<p style="text-align:justify;">Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus</p>
<p style="text-align:justify;">link copas :</p>
<p><a href="http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/">http://bundaiin.blogdetik.com/2011/10/07/kisah-inspirasi-untuk-para-istri-dan-suami/</a></p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/266/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=266&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2011/11/15/kisah-inspiratif-untuk-suami-dan-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asal ngetik</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2010/05/11/asal-ngetik/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2010/05/11/asal-ngetik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 13:46:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Semangat Pagi ...]]></category>
		<category><![CDATA[best seller]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[takziah]]></category>
		<category><![CDATA[ultramen lexus]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Sudah 5 bulan blog ku tak ter up-date. Gak tahu kenapa kok males dan buntu untuk menulis. Akibatnya gak termonitor lagi blognya. Mungkin pancaroba ganti musim ..  Tiba-tiba setelah baca  2 bab buku baru yang katanya best seller, iseng-iseng buka blog ku. Waduh, sempet lupa username dan passwordnya. Bukannya dapat inspirasi dari buku tersebut. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=262&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sudah 5 bulan blog ku tak ter up-date. Gak tahu kenapa kok males dan buntu untuk menulis. Akibatnya gak termonitor lagi blognya. Mungkin pancaroba ganti musim .. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"> Tiba-tiba setelah baca  2 bab buku baru yang katanya best seller, iseng-iseng buka blog ku. Waduh, sempet lupa username dan passwordnya. Bukannya dapat inspirasi dari buku tersebut. Tapi asal ngetik aja. Kasihan kok lama gak di update</p>
<p style="text-align:justify;">Pagi tadi aku nelpon anakku yang ke-2 Rifqi, dia ulang tahun yang ke 6. ketika ku telepon dia terdengar dewasa, “nggak usah dibeliin apa-apa aku pa”, tapi sore harinya ketika ditelepon lagi dia bilang “aku beliin robot ultramen lexus ya pa”, namanya juga anak-anak.<span id="more-262"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ku ingat lagi kegiatan seharian tadi, sempet takziah rekan yang putranya meninggal. Tidak bisa berkomentar banyak. Mati adalah rahasia-Nya. Dan kita harus selalu ingat itu, sewaktu-waktu kita juga akan sampai.</p>
<p style="text-align:justify;">Sore menjelang magrib saat rapat dengan teman-teman ada kabar kalau ada rekan yang kecelakaan, tabrakan sepeda motor. Rapat jadi gak fokus lagi, kepikiran. Nengok sebentar Alhamdulillah kondisinya tidak terlalu parah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ok deh, baca buku lagi aja … tapi ketika mau send, apa ya tema tag nya &#8230; namanya juga asal ketik</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/262/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=262&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2010/05/11/asal-ngetik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mbalap lagi</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/22/mbalap-lagi/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/22/mbalap-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Dec 2009 14:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena michael schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Ferrari]]></category>
		<category><![CDATA[giancarlo fishicella]]></category>
		<category><![CDATA[michael Schumacher]]></category>
		<category><![CDATA[Schumi]]></category>
		<category><![CDATA[Schumi turun gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Setelah ramai diperbincangkan di pertengahan musim lalu, ketika pembalap Ferrari Felipe Massa cedera, isu yang santer terdengar waktu itu Michael Schumacher akan turun kembali sebagai pembalap pengganti. Meski akhirnya batal dan Ferrari memilih Giancarlo Fishicella dari team Force India sebagai tandem Kimi Raikkonen. Tetapi Schumi masih saja terlihat di paddock Scuderia, infonya sebagai konsultan. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=260&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Setelah ramai diperbincangkan di pertengahan musim lalu, ketika pembalap Ferrari Felipe Massa cedera, isu yang santer terdengar waktu itu Michael Schumacher akan turun kembali sebagai pembalap pengganti. Meski akhirnya batal dan Ferrari memilih Giancarlo Fishicella dari team Force India sebagai tandem Kimi Raikkonen.</p>
<p style="text-align:justify;">Tetapi Schumi masih saja terlihat di paddock Scuderia, infonya sebagai konsultan. Karena Ferrari nggak habis pikir terhadap performa teamnya yg jeblok, tertinggal jauh dengan team debutan baru Brawn GP. Apalagi kondisi Raikkonen yang terlihat tidak ada motivasi lagi membalap setelah juara dunia di 2008. <span id="more-260"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ini berita Schumi mau turun gunung santer terdengar lagi. Malah katanya mau memperkuat pesaing Ferrari, Mc Larren. Dan ini sudah disetujui oleh Ferrari. Banyak yang pro dan kontra, apa sih yang Schumi cari lagi di F1. Karena kalau melihat rekornya :</p>
<ul>
<li>
<div style="text-align:justify;">Schumacher adalah satu-satunya pembalap yang bisa memenangi tujuh gelar juara dunia F1. </div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tahun 2002 dia selalu finis di atas podium dari total 17 seri yang digelar. Dia memastikan gelar juara saat kompetisi masih menyisakan enam balapan, juara dunia tercepat sepanjang sejarah. </div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Tahun 2004, Schumi memenangi 13 balapan, dengan tujuh di antaranya didapat secarar beruntun. Dua catatan tersebut juga merupakan rekor di F1. </div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;">Total 91 kemenangan berhasil diraih Schumacher sepanjang karirnya. Jumlah tersebut hanya kalah satu dari kemenangan Alain Prost jika dijumlahkan dengan kemenangan Ayrton Senna.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Schumi mundur dari F1 disaat yang tepat, disaat puncak prestasi. Sehingga namanya akan terus dikenang. Eman kalau dia turun lagi, kemudian prestasinya tidak se-mocer dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang sepanjang karirnya di F1, Schumi adalah sosok yang penuh kontroversi, dan yang paling fenomenal adalah ketika Schumi dianggap dengan sengaja menabrak Damon Hill untuk memenangi gelar juara dunia 1994 dan berusaha melakukan hal yang sama terhadap Jacques Villeneuve dalam penentuan gelar juara dunia 1997.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan akan-kah kontroversi Schumi berlanjut dengan tetap keukeuh turun di F1 2010? Kita tunggu saja &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/260/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=260&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/22/mbalap-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasti Pas !</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/21/pasti-pas/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/21/pasti-pas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 13:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Pasti Pas !]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan kelas dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Pasti Pas !]]></category>
		<category><![CDATA[SPBU]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Perusahaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua orang yang pernah mengisi BBM di SPBU pasti bernah tahu minimal pernah lihat logo Pom Bensin yang mengacungkan jempol dan ada tulisannya Pasti Pas !  Dari referensi, Program Pasti Pas adalah program Pertamina untuk para SPBU yang telah tersertifikasi dalam memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=257&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Hampir semua orang yang pernah mengisi BBM di SPBU pasti bernah tahu minimal pernah lihat logo Pom Bensin yang mengacungkan jempol dan ada tulisannya <strong>Pasti Pas !</strong> </p>
<p style="text-align:justify;">Dari referensi, Program <strong>Pasti Pas</strong> adalah program Pertamina untuk para SPBU yang telah tersertifikasi dalam memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas nyaman.<span id="more-257"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Gebrakan yang luar biasa dari Pertamina, dan sangat cepat hasilnya, seakan-akan semua SPBU berlomba berbenah membuat nyaman lingkungannya, melengkapi fasilitasnya, memperbarui mesinnya, mengganti seragam karyawannya dan masih banyak lagi perubahan-perubahannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di luar perubahan yang sifatnya tampak, sebenarnya yang sangat saya dirasakan adalah pelayanan petugasnya. Terasa sangat beda, saya merasakan sendiri ngisi Bensin di SPBU sebelum dan setelah ada logo <strong>Pasti Pas! </strong>Sebenarnya mau nulis banyak sebelum ada logo <strong>Pasti Pas</strong>, tetapi takut disomasi maka nulisnya sedikit saja setelah ada logo … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Singkatnya, sangat drastis perubahannya, kalau dulu saya harus memastikan meter dimulai dari 0, sekarang ini sudah nggak pernah lagi. Karena para petugasnya dengan sopan pasti akan bilang dan menunjukan meternya. Sebelum diganti mesinnya dulu, angka meteran tanda BBM keluar sudah tidak jelas (buram). Belum lagi slang BBM yang seakan-akan <strong><em>bundet</em></strong>, kadang bingung nggak tahu keluar dari pompa yang mana &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"> Petugas dalam melayani umumnya ramah, mereka sangat menyadari bahwa SPBU yang membutuhkan pembawa mobil, sehingga umumnya pembawa mobil hanya mengeluarkan uang untuk membayar BBM yang dikeluarkan, lainnya akan dikerjakan oleh petugas SPBU.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang membuat takjub mereka bisa merubah budaya pegawainya, bukan mengganti dengan pegawai yang baru. Padahal rata-rata sudah berumur para petugasnya. Entah apa yang dan dengan cara bagaimana meraka merubahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terlepas apa latar belakang dan cara perubahan budaya pelayanan SPBU, yang pasti hasilnya terasa hebat. Suatu pembelajaran cara transformasi yang <strong><em>terlihat</em></strong> sederhana tetapi dampaknya luar biasa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/257/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=257&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/21/pasti-pas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nyinaoni</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/14/nyinaoni/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/14/nyinaoni/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 14:49:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[nyinaoni]]></category>
		<category><![CDATA[sabar ketika ngajari]]></category>
		<category><![CDATA[sinau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Kadang geli melihat istriku ngajarin (nyinaoni) Nafhan – anakku yg pertama. Ini selalu aku lihat malam Senin sebelum aku berangkat ke lokasi kerja. Mesti ribut. hawanya Nafhan harus langsung bisa. Ngotot dan nggak sabaran, sedangkan Nafhan seperti malas-malasan, nggak fokus, pinginnya main PS atau lihat TV. Meski geli, hati ini miris juga. Ini yang keliru cara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=255&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kadang geli melihat istriku ngajarin (<em>nyinaoni</em>) Nafhan – anakku yg pertama. Ini selalu aku lihat malam Senin sebelum aku berangkat ke lokasi kerja. Mesti ribut. <em>hawanya</em> Nafhan harus langsung bisa. Ngotot dan nggak sabaran, sedangkan Nafhan seperti malas-malasan, nggak fokus, pinginnya main PS atau lihat TV. Meski geli, hati ini miris juga. Ini yang keliru cara ngajar mama-nya, Nafhan yang terlalu santai atau materi pelajaran yang terlalu dini diajarkan ke anak-anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah wujud sayang dan tanggung jawab orang tua kepada anaknya. Meski pada saat ngajarin PR terlihatnya ketus, judes plus mem-bentak-bentak. Semuanya tujuannya baik. Meski sebenarnya aku ragu, “kayaknya bukan gini cara ngajarin anak yang baik”, tapi karena belum tahu yang benar, paling ketika berdua dengan isteriku aku hanya bilang “<em>sing sabar Ma</em>”. <span id="more-255"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jadi teringat waktu kecil dulu, Ibu-ku persis dengan isteri-ku ketika ngajarin anak-anak. Kakak dan adik-adik-ku pernah menjadi korbannya termasuk aku … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Semuanya pernah menangis karena cara ngajarinnya. Utamanya kalau ngajarin matematika, pasti mem-bentak-bentak kalau salah, apalagi kalau sampai menthok nggak bisa ngerjain PR.</p>
<p style="text-align:justify;">Kadang lucu denger cerita isteri-ku, Nafhan sudah ditanya besok ada PR atau nggak? Dengan yakinnya dijawabnya “nggak ada, Ma”, Nafhan mau juga disuruh mama-nya masti-in kalau besok nggak ada PR dengan nelpon temennya. Dari temennya juga sama kalau besok nggak ada PR. Tapi pagi harinya setelah mandi pagi Nafhan baru ingat kalau ternyata ada PR. Akhirnya, bukan Nafhan yg ngerjain PR, tapi mama-nya yang nulis di LKS nya, dan nulis jawabannya dijelek-jelek-kan supaya nggak ketahuan kalau mama-nya yang ngerjakan. Tentunya sambil ngomel-ngomel.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau sudah gini, malam-nya bukan hanya disuruh ngerjain PR nya lagi. Tetapi yang lama adalah <em>penataran</em>, kenapa sampai lupa ngerjain PR. Untung temennya nggak di <em>tatar </em>juga &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align:justify;">Sering, kalau nggak ada PR, ketika anak-ku disuruh belajar sendiri, Nafhan malah nanya, ”Ma, halaman berapa yang dibaca”. Pasti isteri-ku kembali ribut. Nafhan hanya cengengesan saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya yang aku seneng, meski saat proses <em>nyinaoni</em> seperti musuhan. Setelahnya mereka gampang <em>akur</em> lagi. Ketika diminta, dengan enthengnya Nafhan mau mijitin mama-nya. Beda ke bapaknya, meski nggak musuhan, karena jarang banget <em>nyinaoni</em>, efeknya sekarang susah untuk mau mijitin. Kalaupun mau, itupun setelah disuruh mama-nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam ini mereka lagi ribut nggak ya &#8230; jadi kangen</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=255&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/12/14/nyinaoni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tukang Tidur &#8230;</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/tukang-tidur/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/tukang-tidur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Family]]></category>
		<category><![CDATA[anak patuh]]></category>
		<category><![CDATA[dibo]]></category>
		<category><![CDATA[hujan-hujanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajaran dari anak]]></category>
		<category><![CDATA[pesan sayang]]></category>
		<category><![CDATA[rutinitas sabtu]]></category>
		<category><![CDATA[thomas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Ya … tukang tidur, merupakan julukan baru yang aku dapatkan sore ini dari anak-anak-ku. Mungkin anak-anak sebel lihat bapaknya yang seharusnya main bareng ternyata tidur, lama lagi … . Tercenung begitu aku denger mereka menyebut julukan itu. Rutinitas Sabtu siang sebenarnya biasa, menjemput anak-anak pulang sekolah, trus menepati janji nganter anak beli CD dan stick [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=252&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ya … tukang tidur, merupakan julukan baru yang aku dapatkan sore ini dari anak-anak-ku. Mungkin anak-anak sebel lihat bapaknya yang seharusnya main bareng ternyata tidur, lama lagi … <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Tercenung begitu aku denger mereka menyebut julukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Rutinitas Sabtu siang sebenarnya biasa, menjemput anak-anak pulang sekolah, trus menepati janji nganter anak beli CD dan stick PS, ke tempat Mbah, setelah pulang sampai di rumah nglihatin anak-anak main PS. Hanya saja mendung menggelanyut. Makanya ketika nemanin anak-anak main PS sambil tiduran, tapi malah bablas tidur. <span id="more-252"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya siang ini hatiku sangat seneng, karena anak-anak menurut, yang pertama mereka bilang sudah seminggu tidak jajan minuman yang ada es nya. Berikutnya mereka laporan mau beli CD dan stick PS dari hasil menabung sisa uang jajan. Dua <strong><em>perintah</em></strong> ini merupakan <em><strong>pesan sayang</strong></em> bagi mereka yang harus dijalankan selama seminggu, dan Alhamdulillah anak-anak patuh. </p>
<p style="text-align:justify;">Hanya saja ada yang lucu ketika Rifqi anak ke dua ku laporan sudah punya banyak uang, Nafhan anak pertama ku bilang, sebagian uang tabungan adiknya bukan semuanya dari sisa jajan, tetapi ada yang diberi Mbah nya. Tapi aku tahu kalau mereka memang sudah berusaha untuk menabung selama seminggu ini. Istriku bilang, bahkan beberapa hari mereka tidak jajan di sekolahannya. </p>
<p style="text-align:justify;">Kegembiraan terhadap kepatuhan anak menjadi sirna, berubah menjadi perasaan bersalah karena julukan ini. Aku mencoba bertanya pada istriku, mencari sebab mereka memberikan julukan itu. Ternyata pada saat mereka main PS, hujan turun dengan derasnya. Anak-anak sangat senang, mereka mencari bapaknya untuk diajak hujan-hujanan. Tapi yang didapatinya bapaknya lagi tidur, akhirnya mereka hujan-hujanan berdua. </p>
<p style="text-align:justify;">Setelah capek lari-lari, dan melihat derasnya air di depan selokan, mereka mengeluarkan sepedanya. Meneruskan hujan-hujanan. Kegiatan hujan-hujanan mereka baru aku ketahui setelah terbangun melihat mereka mengeluarkan sepedanya. Baru setelah mandi dan berpakaian rapi begitu melihatku mereka secara spontan mengeluarkan julukan itu ”<strong><em>papa tukang tidur</em></strong>”. </p>
<p style="text-align:justify;">Habis itu sampai dengan malam ini apa yang mereka inginkan aku temani terus, mulai sepedaan (lagi), main PS, mewarna, ikut lihat film kartun di channel yang baru, seperti film Dibo (sang dinosaurus), Mickey Mouse, Thomas (kereta api) dan melihat mereka tertidur satu per satu. ”<strong><em>Terima kasih nak, sudah diingatkan</em></strong>”, memang dibalik keluguan anak-anak dimana harus terus dibelajari, terkadang mereka juga memberikan pelajaran terbaik kepada bapaknya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/252/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=252&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/tukang-tidur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mengulang lagi .. STdI &#8211; 2009</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/mengulang-lagi-stdi-2009/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/mengulang-lagi-stdi-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 15:02:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Semangat Pagi ...]]></category>
		<category><![CDATA[balap sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[even balap sepeda internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ISSI]]></category>
		<category><![CDATA[Speedy Tour d'Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tour d'Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya baru kemarin penyelenggaran Speedy Tour d’Indonesia &#8211; 2008. Belum lupa hingar bingar pelaksanaannya. Betul-betul luar biasa, antusiasme masyarakat sangat terlihat. Mulai Muspida, tokoh masyarakat hingga anak-anak sekolah tumplek-blek di moment start depan balaikota Probolinggo.  Saat itu team penyelanggara baik ISSI dan TELKOM Speedy sebagai sponsor bahu membahu berusaha memberikan yang terbaik, agar even internasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=249&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Rasanya baru kemarin penyelenggaran Speedy Tour d’Indonesia &#8211; 2008. Belum lupa hingar bingar pelaksanaannya. Betul-betul luar biasa, antusiasme masyarakat sangat terlihat. Mulai Muspida, tokoh masyarakat hingga anak-anak sekolah tumplek-blek di moment start depan balaikota Probolinggo. </p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu team penyelanggara baik ISSI dan TELKOM Speedy sebagai sponsor bahu membahu berusaha memberikan yang terbaik, agar even internasional di Probolinggo bukan hanya berkesan bagi masyarakat lokal tetapi bagi team balap baik dalam negeri atau yang mancanegara. <span id="more-249"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada pembelajaran yang sangat berharga disana, ketika mengakomodasikan berbagai kepentingan sehingga acara yang durasinya pendek bisa mengakomodasikan semuanya. Mengingat kondisi saat itu (2008) pingin usaha dan hasil diulangi lagi di pelaksanaan Speedy Tour d’Indonesia – 2009 (STdI &#8211; 2009). </p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang ini waktu pelaksanaan tinggal se-minggu lagi. <strong><em>Kulonuwun</em></strong> pemberitahuan dan mohon dukungan ke Bapak Walikota sudah dilaksanakan. Koordinasi dengan team ISSI terus dilakukan. Mudah-mudahan segala sesuatunya bisa lancar dan sukses seperti tahun lalu. Amin</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=249&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/11/21/mengulang-lagi-stdi-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam ini lima tahun lalu</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/10/16/malam-ini-lima-tahun-lalu/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/10/16/malam-ini-lima-tahun-lalu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 18:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[calon anggota kabinet]]></category>
		<category><![CDATA[Cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet KIB II]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[Bagi beberapa orang terutama bagi orang yang bermimpi jadi menteri, dua malam ke depan adalah puncak penantiannya. Sepanjang dua malam nanti capres terpilih SBY mulai mengghubungi para calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Prosesnya akan berlangsung kurang lebih sama seperti lima tahun silam saat KIB I dibentuk. Para calon anggota KIB II mulai malam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=246&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bagi beberapa orang terutama bagi orang yang bermimpi jadi menteri, dua malam ke depan adalah puncak penantiannya. Sepanjang dua malam nanti capres terpilih SBY mulai mengghubungi para calon anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.</p>
<p style="text-align:justify;">Prosesnya akan berlangsung kurang lebih sama seperti lima tahun silam saat KIB I dibentuk. Para calon anggota KIB II mulai malam ini akan dihubungi untuk menemui SBY di Cikeas, Bogor.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Akan dihubungi mulai tanggal 15 malam sampai 16 malam karena 17 sudah bertemu dengan saya dalam rangka proses berikutnya lagi, lebih bagus saya katakan seperti itu dan tidak perlu lebih dari itu karena saya takut salah bicara dan tersinggung. Mengalir saja seperti itu, proses tidak boleh terganggu dan harus berjalan semestinya,&#8221; kata SBY di Cikeas (14/10/2009) malam.<span id="more-246"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Lima tahun lalu tugas menelepon para calon menteri agara mengikuti audisi di kediaman pribadi SBY di Cikeas dilakukan Sudi Silalahi. Kali ini selain Sudi Silalahi, juga Hatta Radjasa. Telepon itu dilakukan mulai H-1 hingga hanya dalam hitungan jam sebelum jadwal audisi masing-masing calon.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada wartawan yang mencegatnya di Cikeas pertengahan Oktober 2004, Anton Supriantono mengaku dirinya ditelepon ketika bersiap memberikan kuliah. Marie Elka Pangestu mengaku ditelepon saat berada di New York, AS, dan langsung terbang ke tanah air.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun tidak semua yang ikuti audisi ke Cikeas karena mendapat telepon dari Sudi Silalahi. Adalah Said Agil al-Munawar yang membuat heboh karena datang ke Cikeas dengan alasan juga mendapatkan telepon yang meminta dia siang itu segera menghadap SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Menag incumbent 2004 yang sempat membuat heboh karena membongkar makam keramat di Bogor atas dasar mimpi yang menyebut adanya harta karun itu bahkan tampil dengan &#8216;seragam&#8217; calon menteriyakni map warna biru dan kemeja batik lengan panjang. Tapi yang membuat heboh masalahnya justru namanya tidak tercantum di dalam daftar tamu SBY.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemeja batik lengan panjang dan map warna biru menjadi alat identifikasi wartawan mengenali calon menteri. Khusus menteri yang wanita, mereka membawa map warna putih. Entah warna apa map yang harus dibawa calon anggota KIB II pada Jumat besok</p>
<p>source : detik.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=246&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/10/16/malam-ini-lima-tahun-lalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mancing jaman sekarang</title>
		<link>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/09/29/mancing-jaman-sekarang/</link>
		<comments>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/09/29/mancing-jaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 14:16:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bayuajiwidodo</dc:creator>
				<category><![CDATA[The Journey]]></category>
		<category><![CDATA[gethuk]]></category>
		<category><![CDATA[ikan]]></category>
		<category><![CDATA[kolam]]></category>
		<category><![CDATA[mancing]]></category>
		<category><![CDATA[sungai logawa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bayuajiwidodo.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, sungai Logawa – Banyumas depan rumah-ku masih sangat banyak ikan yang bisa dipancing. Pada saat normal, mancing sangat mengasyikan, peluang dapat sangat besar. Sensasi ketika umpan ditarik ikan sangat luar biasa. Ada kenikmatan tersendiri ketika ’ngajar’ ikan. Pada saat-saat tertentu di sore hari yang cerah pada kedalaman tertentu sangat jelas terlihat ikan berbaris sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=243&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Dulu, sungai Logawa – Banyumas depan rumah-ku masih sangat banyak ikan yang bisa dipancing. Pada saat normal, mancing sangat mengasyikan, peluang dapat sangat besar. Sensasi ketika umpan ditarik ikan sangat luar biasa. Ada kenikmatan tersendiri ketika ’ngajar’ ikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat-saat tertentu di sore hari yang cerah pada kedalaman tertentu sangat jelas terlihat ikan berbaris sangat panjang. Besarnya ikan juga lumayan ’se-epek-epek-an’ tangan. Kalau kondisinya seperti itu sangat sensitif, jangankan dipancing, dijaring saja susah. Pergerakan sedikit saja barisan ikan akan bubar. Akan baris lagi jika sudah sepi</p>
<p style="text-align:justify;">Musim ikan, tempat dan umpan serta cara menggantung tali berbeda tergantung musim. Sebelum musim banjir karena hujan, pada saat air bening dan ditempat yang tenang, lumut dan daun kangkung adalah menu favorit ikan, caranya diberi pengapung untuk memberi tanda ketika umpan ditarik.<span id="more-243"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah banjir ditempat yang cukup deras menunya gethuk atau ’gethuk’. Gethuk dengan tanda umumnya diproduksi sendiri, mudah caranya, salah satunya tinggal jongkok saja &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> . Saat memberi umpan harus hati-hati supaya nggak kena tangan, karena akan sangat bau. Cara memancing yang pas adalah dengan digantung. Kalau umpan dimakan sangat terasa tarikan khasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Itu adalah mancing cara sungai Logawa. Kemarin saat mudik lebaran debit air sudah kecil, sudah tidak ada orang mancing lagi. Katanya sudah jarang ikannya. Bisa jadi batu-batu sungai sudah diambil-i untuk dijadikan uang, dijual. Memang lebih cepet menjadi uang. Tapi efeknya merusak ekosistem. Makanan ikan jadi berkurang dan tempat hidup dan bertelur jadi rusak. Belum lagi curah hujan yang berkurang dan terkena polusi baik yang disengaja atau yang tidak. Sehingga efeknya ikan susah berkembang biak.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang sering bilang, memancing adalah kegiatan orang malas. Mungkin ada benarnya. Tetapi untuk ukuran desa, jika melihat hasilnya waktu itu, bisa dikatakan tidak juga. Eman &#8230; sekarang ini sudah tidak bisa memastikan mancing di sungai pasti dapat. Yang bisa dipastikan adalah yang kulitnya hitam akan tambah hitam, gosong.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini orang mancing sudah di kolamnya sendiri-sendiri. Di rumah mbahnya anak-anak di Banyumas sekarang juga gitu. Saat mudik lebaran kemarin, anak-anak sudah antusias pingin mancing di kolam Mbah. Perbekalan mancing sudah disiapkan dari Madiun. Karena sudah dibilangin gurame-nya sudah lumayan besar-besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata mancing di kolam pun susah dapatnya, aneh banget &#8230; dulu yang namanya mancing di kolam, ibarat kail nggak dikasih umpan, besar peluang untuk dapat ikan, apalagi diberi. Saat itu umpan butiran nasi atau dedaunan pasti langsung disambar. Sekarang boro-boro ada yang nyamperin. Hingga akhirnya Mbah punya umpan yang yahud &#8230; ayam goreng atau bakso. Dengan umpan ini anak-anak bisa merasakan ‘ngajar’ ikan seperti bapak-nya dulu. Hebat &#8230; kemajuan yang luar biasa, ikan jaman sekarang menu makannya sudah berubah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bayuajiwidodo.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bayuajiwidodo.wordpress.com&amp;blog=8369299&amp;post=243&amp;subd=bayuajiwidodo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bayuajiwidodo.wordpress.com/2009/09/29/mancing-jaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8354e936b494f39dad2f43f59622f058?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bayuajiwidodo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
