Musim Ujian …
Kemarin dulu, sewaktu dinas masih diluar kota, jauh dari rumah .. keinginan yang paling adalah “kapan … bisa belajar kelompok bareng anak-anak-ku”, karena biasanya ketika musim ujian, aku hanya tahu ceritanya saja dari istri ku. Bagaimana susahnya pelajaran SD saat ini.
Memang benar, kurikulum SD sekarang ini aneh, anak seumuran kelas 2 SD pelajarannya sangat susah dan jauh dibandingkan jaman dulu. jangan-jangan pelajaran tersebut belum masuk di logika anak. Kalau dulu boro-boro belajar, masa-masa SD merupakan masa bermain. Tidak ada rasa cemas, stres menghadapi ujian. Lha .. sekarang ini yang stres bukan anaknya saja, orang tua sampai mbah nya pun ikut stres kalau sudah musim ujian.
Mengambil sisi positifnya saja, mudah-mudahan ini yang terbaik untuk generasi jaman sekarang, generasinya Smash dan Spongbob SquarePants (kalau Fafa anakku yg masih TK B ngucapnya spongbob spepen).
Alhamdulillah, sudah 2 kali ujian, tengah semester dan ujian semester bisa menungguin, belajar kelompok dengan anak-anak dan yang utama adalah belajar kesabaran …
. Hmmm … mudah-mudahan bapak-bapak yang lain, yang anaknya lagi belajar menghadapi ujian, mempunyai wadah yang luas, kesabaran yang lebih. Asal jangan sampai … saking sabarnya malah nggak ikut gabung belajar dengan anak-anaknya. Karena dengan tidak ikut gabung, kesabarannya bisa terjaga ..
Kita sudah mempersiapkan waktu, merencanakan waktu seminggu untuk pulang kantor tepat waktu, terus membuat nuansa belajar dan mengajak anak-anak mempersiapkan untuk ujian besok. Istriku bahkan pagi-pagi sudah menyusun buku-buku yang harus dibaca anak-anak sepulang ujian hari ini. Peraasaan dulu, orang tua kita ngga segini-gininya mempersiapkan anaknya kalau ada ujian.
Pertanyaan yang pertama kali ada dari anak-anak ketika akan mulai belajar adalah, “pa .. ini sampai jam berapa belajarnya?”, dan ini pasti yang ditanyakannya. Hhhhh … jawabannya selalu jam 10. Meski realisasinya tahan sampai jam 8 malam saja sudah bagus ..
Bagi saya dan isteri, musim ulangan merupakan musim pembuktian, masing-masing menjaga gengsi, siapa yang menjadi mentor terbaik. Karena ada 2 anak yang sedang ujian, kelas 5 dan 2 SD, maka tiap malamnya masing-masing anak menjadi tanggung jawab papa atau mamanya. Maka ketika UTS kemarin, ketika nilai si anak keluar … buru-buru mamanya lihat jadwal dan mengingat, siapa yang malam itu jadi mentor nya
.. ndilalah ketika jelek nilai anak yang kita ajari, maka anak pun ikut menyalahkan … “habis, sama papa/mama sih belajarnya”. Tapi kalau orang tuanya bisa menjaga diri …
, gak berani saling menyalahkan dan menjatuhkan, soale sama-sama takut, nanti disuruh ngajarin ke-duanya …
Like this:
Desember 8, 2011 - Posted by bayuajiwidodo | Family, Semangat Pagi ... | generasi Smash, Generasi Spongbob, sabar, ujian
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan Cancel reply
About
Blog ini bagiku seperti sebuah note. Fungsinya seperti halnya note. Karena hakekatnya manusia sering buat note. Bisa jadi penting bisa jadi nggak. Seperti halnya note, Anda boleh membacanya atau tidak. Suka-suka Anda. Tapi note biasanya akan dibaca supaya tahu isinya. Bisa jadi bermanfaat bisa jadi nggak. Yang pasti tidak ada hadiahnya. Namanya juga note
Kalender
Arsip
- Desember 2011 (1)
- November 2011 (1)
- Mei 2010 (1)
- Desember 2009 (3)
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (3)
- Agustus 2009 (9)
- Juli 2009 (21)
- Juni 2009 (4)
Kelompok
- Family (8)
- olahraga (4)
- Semangat Pagi … (10)
- The Journey (25)
-
Blog Stats
- 2,496 hits
online now
Blogroll
Meta
Live Traffic Feed
